Cara Mendaftarkan Blog di Alexa

hay..sob...gimana kabarnya hari ini..? Semoga semuanya baik baik saja ya..mari kita mulai pembahasannya.
Disini siapa yg tidak kenal dengan alexa, Mungkin semua kenal dengan web yg satu ini, kecuali jika sobat newbie seperti saya, mungkin agak sedikit asing mengenai alexa, alexa sendiri adalah salah satu website penyedia layanan ranking blog atau website. Kita tahu bahwa traffic alexa sangat mempengaruhi popularitas  an juga perkembangan dari sebuah website di mata search engine. Siapa di antara para blogger yg tidak mau jika blog nya memiliki alexa yg ramping, Agar alexa blog sobat ramping sobat bisa lakukan dengan cara posting yg rutin, mencari backling, dll, Mendaftarkan Blog di Alexa juga bisa merampingkan alexa lho,,,maka dari itu kita daftar kan blog kita di alexa, Berikut Cara Mendaftarkan Blog di Alexa :

1. Pergi ke Alexa

2. Isikan dengan alamat blog sobat masing2

3. Pilih yg Free lalu klik Sign Up

4. Sobat bisa Log in menggunakan akun facebook sobat, atau bisa juga menggunkan akun alexa (jika punya)

5. Lihat yg bagian kanan

>>Option 2:
Add your Alexa verification ID to the home page of bloggerz-seo.blogspot.com.



6. Code yg saya kotaki adalah kode spesial untuk blog anda, copy kode tersebut di bawah <head> Template blog sobat.





7. klik Verify My ID

Ramalan akan terjadinya kiamat tahun 2012 berdasarkan penemuan beberapa ahli



Ramalan akan terjadinya kiamat tahun 2012 itu disandarkan pada penemuan beberapa ahli astrolog kuno serta para ahli astronomi modern. Diantara yang menjadi sandaran dari astrolog kuno adalah ;

1. Suku Maya.

Suku yang tinggal di teluk antara Guatemala dan Meksiko ini pada tahun 700 SM—menurut para arkeolog—dianggap memiliki kemajuan didalam perhitungan tentang waktu dan penanggalan. Suku ini memiliki keterikatan yang kuat dengan kepercayaan yang mereka yakini sehingga mereka pun memasukan waktu-waktu peribadahannya didalam pembuatan penanggalannya.

Suku Maya membuat perhitungan bahwa didalam satu tahun terdapat 18 bulan yang setiap bulannya terdiri dari 20 hari dan mereka menambahkan lagi 5 hari untuk peribadahannya sehingga setahun sama dengan 365 hari. Didalam penanggalannya itu mereka pun meramal akan terjadinya berbagai musibah, seperti kelaparan, banjir besar, perubahan iklim hingga berakhirnya bumi yang menurut penanggalan mereka jatuh pada tanggal 21 Desember 2012.

Tanggal 21 Desember 2012 bertepatan dengan tahun 5126 M yaitu tanggal berakhirnya perhitugan panjang mereka yang sudah dimulai sejak tanggal 31 Agustus 3114 SM.

2. Buku-buku ramalan Cina

Seorang penulis yang bernama Fahd Amir al Ahmadi mengatakan bahwa banyak ilmuwan yang bersepakat dengan suku Maya ini akan adanya kejadian besar pada tahun 2012. Di Asia, hal yang sama telah ditunjukkan oleh berbagai buku yang ditulis oleh para astrolog Cina bahwa keturunan Dinasti Chang—yang menguasai Cina sejak tahun 1766 SM—akan berlangsung selama 3778 M (yang bertepatan dengan tahun 2012 M)

3. Nostradamus

Di Perancis juga terdapat ramalan yang dibuat oleh seorang astrolog yang bernama Nostradamus bahwa planet-planet di angkasa akan berantakan pada akhir tahun 2000 yang akan mengakibatkan hancurnya kehidupan setelah 12 tahun.

Sementara diantara para ahli astronomi modern yang mendukung ramalan kiamat tahun 2012 ini adalah :

1. Seorang ilmuwan matematika Jepang yang bernama Haido Itakawa pada tahun 1980 mengatakan bahwa planet-planet matahari akan tersusun didalam satu garis dibelakang matahari—dan kenyataan satu-satunya ini akan mengakibatkan kejadian di angkasa raya yang luar biasa yang bisa menghentikan kehidupan yang ada diatas permukaan bumi pada Agustus 2012.

2. Perihal kiamat tahun 2012 ini juga diberitakan oleh berbagai Jurnal Ilmiah Amerika yang bersumber dari NASA pada beberapa tahun terakhir bahwa teleskop yang diletakkan oleh NASA di ruang angkasa telah menemukan sebuah planet lain yang besarnya hampir sama dengan matahari dan dinamakan Nibiru.

Jelang Kiamat 2012, Planet Mirip Bumi Ditemukan

 Lukman nian22, Santa Cruz: Sebuah planet layak huni ditemukan mengorbit bintang mirip matahari. Planet dengan kondisi yang dapat mendukung kehidupan ini diperkirakan berjarak cukup dekat dengan Bumi. Para astronom mengatakan planet itu terlihat dengan mata telanjang.

Entah penemuan ini bisa dibilang menggembirakan atau sia-sia belaka. Toh,kiamat bakal menerjang alam semesta pada Jumat, 21 Desember 2012. Setidaknya itu prediksi Jose Arguelles yang mendasarkan pada perhitungan kalender suku Maya.

Planet tak bernama itu adalah satu dari lima planet yang mengitari Tau Ceti, sebuah bintang yang berjarak 12 tahun cahaya dan hampir identik dengan matahari. Kelima planet itu diperkirakan berukuran dua sampai enam kali dari Bumi.

"Salah satunya, dengan massa lima kali Bumi, terletak di "zona layak huni" bintang Tau Ceti," ujar James Jenkins, anggota tim peneliti dari University of Hertfordshire, Rabu, 19 Desember 2012. Temuan ini muncul di jurnalAstronomy & Astrophysics.

Zona layak huni yang dimaksud Jenkins dikenal sebagai "zona Goldilocks", yakni wilayah orbital yang tidak terlalu panas atau dingin yang memungkinkan air permukaan tetap cair. Kondisi itu memungkinkan munculnya kehidupan.

Sistem planet Tau Ceti dianggap sebagai sistem tata surya dengan massa paling rendah yang pernah terdeteksi. Para astronom menemukannya dengan metode kecepatan radial yang mencari "goyangan" dalam gerakan sebuah bintang yang disebabkan oleh tarikan gravitasi planet. Teknik itu digabungkan dengan data dari lebih 6.000 pengamatan dari tiga teleskop berbeda.

"Tau Ceti adalah salah satu tetangga kosmik terdekat dengan Bumi. Kita dapat mempelajari atmosfer dari planet-planetnya dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Jenkins.

Sejak 1990-an, lebih dari 800 planet telah ditemukan mengorbit bintang di luar matahari. Planet-planet ini dijuluki eksoplanet. Para astronom sejak lama tertarik meneliti eksoplanet yang berada paling dekat dengan matahari.

"Setiap bintang pasti memiliki planet. Kami yakin masih banyak planet serupa Bumi di luar tata surya, terutama yang dekat dengan matahari," ujar Profesor Steve Vogt, anggota tim dari University of California, Amerika Serikat.

Ramalan Suku Maya tidak terbukti

Ramalan Suku Maya tidak terbuktiLukman nian22 Blogz-Hingga hari ini, isu bahwa akan terjadinya kiamat seperti yang diramalkan Suku Maya belum terjadi. Bahkan isu tersebut juga ditepis oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bahwa aktivitas matahari masih normal.

Seperti yang dilansir Antara (21/12), Kepala LAPAN, Bambang Tedjakusuma menjamin bahwa tidak akan terjadi aktivitas luar biasa yang dilakukan oleh matahari. "Hingga saat ini belum ada ledakan besar yang terjadi," ujar Bambang kepada Antara.

Pernyataan Bambang tersebut juga dikonfirmasi oleh data yang dikirimkan satelit maupun Sandbergh Fotograph di Tanjung Sari. Lanjut Bambang, jika nantinya terjadi letupan, maka radio dari satelit akan mengirimkan sinyal peringatan dalam delapan menit.

Bambang juga menjelaskan bahwa matahari memiliki masa aktif. Yaitu tiap 11 tahun sekali dan akan terjadi pada 2012 ini. Jika nantinya matahari mulai aktif, maka akan sering terjadi badai yang mengeluarkan letupan-letupan material yang bisa mempengaruhi daerah kutub. Namun, karena belum ada tanda yang menunjukkan aktivitas tersebut hingga kini, Bambang meminta masyarakat tenang dan tidak terpengaruh akan isu-isu kiamat.

Sebelumnya, santer diberitakan bahwa pada 21 Desember 2012 ini merupakan akhir dari dunia. Hal ini didasarkan pada ramalan Suku Indian Maya di Meksiko.

Perang Dunia 1



Perang Dunia I (juga dinamakan Perang Dunia Pertama, dan nama dalam bahasa Inggris lainnya: Great War, War of the Nations, dan “War to End All Wars” (Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia yang berlangsung dari tahun 1914 hingga tahun 1918. Perang ini dimulai setelah Pangeran Ferdinand dari Austria dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Principe di daerah Sarajevo



Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya. Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.

Perang Dunia I menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS. Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan menjadi sebab pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

LATAR BELAKANG

1. Pembunuhan Pangeran Austria Franz Ferdinand oleh kelompok teroris Serbia, Gavrilo Principe di Sarajevo, Bosnia. Principe menganggap bahwa latihan perang tentara Austria di Bosnia adalah pelecehan terhadap Serbia. Bosnia sendiri adalah negara sengketa antara Austria dan Serbia.

Kemudian Austria memberi ultimatum Serbia jika Principe tidak diserahkan (ke Austria) dalam waktu satu bulan, maka Austria akan menyerang Serbia

Serbia yang melindungi warga negaranya, tidak mau menyerahkan Principe. Serbia berani menentang Austria karena Rusia berjanji akan membantu Serbia jika Serbia diserang Austria.

Maka pada tanggal 28 Juli 1914 Austria menyerang Serbia.

2. Persaingan merebut daerah sumber bahan baku, penanaman modal, dan daerah pemasaran.
3. Munculnya persekutuan / Blok persaingan politik antar negara-negara Eropa : Triple Alliance : Jerman, Austria, Italia, Triple Entente : Inggris, Perancis, Uni Soviet

Di Eropa abad ke-19, penjajahan tersebar luas. Kekuatan bangsa Eropa seperti Inggris dan Prancis telah membangun kekuasaan penjajahan di keempat penjuru dunia. Jerman, yang telah membangun kesatuan politiknya lebih lama daripada negara-negara lain, bekerja keras untuk menjadi pelopor dalam perlombaan ini.

Pada awal abad ke-20, hubungan yang didasarkan pada kepentingan telah membagi Eropa menjadi dua kutub yang berlawanan. Inggris, Prancis, dan Rusia berada di satu pihak, dan Jerman beserta Kekaisaran Austria-Hungaria yang diperintah oleh keluarga Hapsburg asal Jerman berada di pihak lainnya.

Ketegangan antara kedua kelompok ini semakin hari semakin meningkat, hingga akhirnya suatu pembunuhan pada tahun 1914 menjadi pemicu perang. Pangeran Franz Ferdinand, pewaris tahta Kekaisaran Austria-Hungaria, dibunuh oleh kaum nasionalis Serbia yang berusaha menekan pengaruh kekaisaran tersebut di daerah Balkan.

Dalam kurun waktu yang amat singkat, hasutan setelah peristiwa ini menyeret seluruh benua Eropa ke dalam kancah peperangan. Pertama, Austria-Hungaria menyatakan perang kepada Serbia. Rusia, sekutu abadi bangsa Serbia kemudian menyatakan perang terhadap Austria-Hungaria.

Lalu satu demi satu, Jerman, Inggris, dan Prancis, memasuki peperangan. Sumbu sudah dinyalakan.

Bahkan sebelum perang dimulai, Dewan Jenderal Jerman telah membuat rencana dan memutuskan untuk menguasai Prancis melalui serangan mendadak. Untuk mencapai tujuan ini, orang-orang Jerman memasuki Belgia dan kemudian melintasi perbatasan memasuki Prancis. Menanggapi dengan cepat, pasukan Prancis menghentikan pasukan Jerman di tepi Sungai Marne dan memulai suatu serangan balik.

SITUASI PERANG DI PARIT PERLINDUNGAN




Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan parit perindungannya, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat. Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran, terjebak diantara peperangan.

Perang parit menjadi strategi utama Perang Dunia Pertama. Selama beberapa tahun berikutnya, bisa dikatakan, para serdadu hidup dalam parit-parit ini. Kehidupan di sana benar-benar sulit. Para prajurit hidup dalam ancaman terus-menerus dibom, dan mereka tak henti-hentinya menghadapi ketakutan dan ketegangan yang luar biasa. Mayat mereka yang telah tewas terpaksa dibiarkan di tempat-tempat ini, dan para serdadu harus tidur di samping mayat-mayat tersebut. Bila turun hujan, parit-parit itupun dibanjiri lumpur yang membatasi gerak mereka.



Lebih dari 20 juta serdadu yang bertempur di Perang Dunia I mengalami keadaan yang mengerikan di dalam parit-parit ini, dan sebagian besar meninggal di sana. Dalam beberapa minggu setelah dimulai oleh serangan Jerman pada tahun 1914, garis barat perang ini sebenarnya terpaku di jalan buntu. Para serdadu yang bersembunyi di parit-parit ini terjebak dalam jarak yang hanya beberapa ratus meter jauhnya satu sama lain. Setiap serangan yang dilancarkan sebagai upaya mengakhiri kebuntuan ini malah menelan korban jiwa yang lebih banyak.

STRATEGI JERMAN




Di awal tahun 1916, Jerman mengembangkan rencana baru untuk mendobrak garis barat. Rencana mereka adalah secara mendadak menyerang kota Verdun, yang dianggap sebagai kebanggaan orang Prancis. Tujuan penyerangan ini bukanlah memenangkan perang, melainkan menimbulkan kerugian yang besar di pihak tentara Prancis sehingga melemahkan perlawanan mereka. Kepala staf Jerman Falkenhayn memperkirakan bahwa setiap satu serdadu Jerman saja dapat membunuh tiga orang serdadu Prancis.

Serangan dimulai pada tanggal 21 Febuari. Para pemimpin Jerman memerintahkan serdadunya untuk “keluar dari parit mereka,” namun tiap serdadu yang melakukannya justru telah tewas atau sekarat dalam sekitar tiga menit. Meskipun penyerangan berlangsung tanpa henti selama berbulan-bulan, Jerman gagal menduduki Verdun.

Secara keseluruhan, kedua pihak kehilangan sekitar satu juta serdadu. Dan dengan pengorbanan itu, garis depan hanya berhasil maju sekitar 12 kilometer. Satu juta orang mati demi selusin kilometer.

BALASAN INGGRIS




Inggris membalas serangan Jerman di Verdun dengan Pertempuran Somme. Pabrik-pabrik di Inggris membuat ratusan ribu selongsong meriam.

Rencana Jendral Douglas Haig mendorong Pasukan Inggris untuk menghujani dengan pengeboman terus-menerus selama seminggu penuh, yang diikuti dengan serangan infanteri. Dia yakin mereka akan maju sejauh 14 kilometer di hari pertama saja dan kemudian menghancurkan semua garis pertahanan Jerman dalam satu minggu.

Serangan dimulai pada tanggal 1 Juni. Pasukan meriam Inggris menggempur pertahanan Jerman selama seminggu tanpa henti. Di akhir minggu tersebut, para perwira Inggris memerintahkan serdadunya memanjat keluar dari parit. Namun, selama pengeboman tersebut para serdadu Jerman berlindung dengan rapat di kedalaman parit persembunyian mereka sehingga tidak terlumpuhkan dan menggagalkan rencana Inggris. Begitu serdadu Inggris bergerak melintasi garis depan, serdadu Jerman muncul menyerang mereka dengan senapan mesinnya. Sejumlah total 20.000 serdadu Inggris tewas dalam beberapa jam pertama perang tersebut. Di dalam kegelapan malam itu, daerah di antara dua garis pertempuran penuh dengan puluhan ribu mayat dan juga serdadu yang terluka, yang mencoba merangkak mundur.

Pertempuran Somme tidak berlangsung dua minggu seperti yang direncanakan Jendral Haig, melainkan lima bulan. Bulan-bulan ini tidak lebih daripada pembantaian. Para jendral bertubi-tubi mengirimkan gelombang demi gelombang serdadu mereka menuju kematian yang telah pasti. Di akhir pertempuran, kedua belah pihak secara keseluruhan telah kehilangan 900.000 prajuritnya. Dan untuk ini, garis depan bergeser hanya 11 kilometer. Para serdadu ini dikorbankan demi 11 kilometer saja.

JUMLAH KORBAN




* Belgia: 13.700
* Kekaisaran Britania: 908.000
o Australia: 60.000
o Kanada: 55.000
o India: 25.000
o Selandia Baru: 16.000
o Afrika Selatan: 7.000
o Inggris: 715.000

* Perancis: 1.354.000
* Yunani: 5.000
* Italia: 650.000
* Jepang: 300
* Rumania: 336.000
* Rusia: 1.700.000
* Serbia: 450.000
* AS: 50.600

Kekuatan As ( Axis Powers ): 3.382.500
* Austria-Hungaria: 1.200.000
* Bulgaria: 87.500
* Jerman: 1.770.000
* Kerajaan Ottoman: 325.000

Warga sipil: 6.493.000
* Austria: 300.000
* Belgia: 30.000
* Inggris: 31.000
* Bulgaria: 275.000
* Perancis: 40.000
* Jerman: 760.000
* Yunani: 132.000
* Rumania: 275.000
* Rusia: 3.000.000
* Serbia: 650.000
* Kerajaan Ottoman: 1.000.000

Kedua belah pihak melakukan lebih banyak serangan lagi selama Perang Dunia I, dan setiap serangan ini menjadi pembantaian diri sendiri. Di kota Ipres di Belgia saja, berlangsung tiga pertempuran. Setengah juta serdadu tewas di pertempuran ketiga saja. Setiap serangan berakibat sama: Ribuan nyawa melayang hanya untuk maju beberapa kilometer.

Peperangan yang mengerikan ini, yang tidak punya alasan kuat, menelan nyawa orang tak bersalah yang tak terhitung banyaknya. Banyak orang kehilangan saudaranya atau harus meninggalkan rumahnya.





AKHIR PEPERANGAN


Kekalahan Jerman di Front Barat mengakibatkan kehidupan rakyat semakin bertambah susah. Keadaan Jerman seperti ini menimbulkan gerakan dari kaum komunis (spartacis) yang hendak menggulingkan pemerintahan. Jerman menghadapi serangan dua kali yaitu dari pihak sekutu dan pemberontakan dari kaum komunis. Karena serangan itu Jerman terpaksa menyerah pada tahun 1918. Hitler menamakan gerakan spartacis itu sebagai tusukan pisau dari belakang punggung Jerman, yang menyebabkan Kaisar Wilhelm II turun takhta dan pemerintahan dipegang oleh Elbert (beraliran sosialis). Akhirnya, Jerman dijadikan republik dan selanjutnya menyerah kepada pihak sekutu.

Sementara itu di Austria timbul pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh kaum komunis dan kaum Slavia, yang mengakibatkan Kaisar Karl (pengganti Kaisar Frans Joseph II) terpaksa turun takhta tahun 1918 sehingga Austria-Hongaria menjadi republik.
Setelah Perang Dunia I berakhir, baik negara-negara yang menang perang maupun yang kalah perang sibuk mengadakan perjanjian-perjanjian damai seperti : Perjanjian Versailles, Perjanjian St.Germain, Perjanjian Neuilly, Perjanjian Trianon, dan Perjanjian Sevres.



Pada tahun 1918, Perang Dunia I akhirnya berakhir, setelah empat tahun serangan tanpa guna di tangan tentara Jerman, Prancis, dan Inggris. Namun perdamaian ini, yang dinyatakan pada jam 11 pagi, hari kesebelas dari bulan kesebelas, tidak membawa kebahagiaan untuk siapa pun. Ratusan ribu serdadu menjadi cacat. Sebagian lainnya terbukti tidak mampu mengatasi dampak kejiwaan karena perang setelah tinggal di dalam parit yang penuh dengan lumpur, kotoran, dan mayat. Bentuk trauma yang dikenal sebagai “shell shock” atau “kejutan bom” sangat umum di antara para veteran perang, dan hal ini menyebabkan penderitanya mengalami serangan ketakutan dan goncangan yang berat. Rasa takut akan dibom, yang mereka alami setiap hari selama empat tahun berturut-turut, telah terukir di benak mereka. Ada beberapa penderita yang merasa harus segera bersembunyi hanya karena kata ‘bom’ disebutkan. Beberapa veteran bahkan merasa ngeri setiap kali mereka melihat seragam. Puluhan ribu serdadu juga kehilangan satu atau lebih anggota badannya dalam perang ini. Serdadu ini adalah tentara yang mata, dagu, atau hidungnya menjadi cacat selama pengeboman, sehingga topeng khusus diciptakan di Eropa untuk menyembunyikan wajah mereka yang cacat.


Kerajaan Mataram Kuno dan Peninggalannya




Seperti keberadaan kerajaan-kerajaan sebelumnya, keberadaan Kerajaan Mataram Kuno ini pun kita ketahui dari prasasti-prasasti yang ditemukan. Cukup banyak prasasti yang berisi informasi tentang Mataram. Di samping prasasti, informasi tentang Mataram juga dapat diperoleh dari candi-candi, kitab cerita Parahyangan (Sejarah Pasundan), dan Berita Cina.

Kerajaan yang diperkirakan berdiri pada abad ke-7 ini terletak di daerah pedalaman Jawa Tengah, kemungkinan besar di daerah Kedu sampai sekitar Prambanan (berdasarkan letak prasasti yang ditemukan). Kerajaan yang terletak di antara pegunungan dan sungai-sungai besar seperti Bengawan Solo ini mula-mula diperintah oleh Raja Sanna. Raja Sanna kemudian digantikan oleh Raja Sanjaya. Sanjaya adalah seorang raja yang bijaksana. Pada masa pemerintahannya, rakyatnya hidup makmur.

Pada masa pemerintahan Sanjaya, ada dinasti lain yang lebih besar, yaitu Dinasti Syailendra. Keluarga Sanjaya beragama Hindu dan keluarga Syailendra beragama Buddha. Setelah Sanjaya, Mataram kemudian diperintah oleh Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkaran. Dari namanya, raja ini berasal dari kedua keluarga tersebut. Setelah Panangkaran, Mataram terpecah menjadi Mataram Hindu dan Mataram Buddha. Namun, pada tahun 850, Mataram kembali bersatu dengan menikahnya Rakai Pikatan dan Pramodharwani, putri keluarga Syailendra. Setelah Pikatan, Mataram diperintah oleh Balitung (898—910) yang bergelar Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung.

Balitung adalah raja terbesar Mataram. Wilayah kekuasaannya meliputi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada masanyalah dibuat prasasti yang berisi nama-nama raja sebelumnya sampai dirinya. Setelah Balitung, berturut-turut memerintah Daksa ( 910—919), Tulodong (919 —924), dan Wawa (824 —929). Mataram kemudian diperintah oleh Sindhok (929 — 949) keponakan Wawa dari keluarga Ishana karena Wawa tidak mempunyai anak. Dengan demikian, berakhirlah kekuasaan Dinasti Sanjaya. Sindhok kemudian memindahkan ibu kota kerajaan ke Jawa Timur karena (1) sering meletusnya Gunung Merapi, dan (2) Mataram sering diserang oleh Sriwijaya.

Kerajaan Mataram di Jawa Timur ini sering disebut Kerajaan Medang. Mpu Sindhok merupakan penguasa baru di Jawa Timur dan mendirikan wangsa Icyana. Keturunan Mpu Sindok sampai Airlangga tertulis di Prasasti Calcuta (1042) yang dikeluarkan oleh Airlangga. Setelah Sindhok, Raja Dharmawangsa (991—1016) bermaksud menyerang Sriwijaya, tapi belum berhasil. Pemerintahannya diakhiri dengan peristiwa pralaya, yaitu penyerangan raja Wora Wari.

Pengganti Dharmawangsa adalah Airlangga, menantunya, yang berhasil lolos dari peristiwa pralaya. Airlangga berhasil membangun kembali kerajaan Medang di Jawa Timur. Airlangga terkenal sebagai raja yang bijaksana, digambarkan sebagai Dewa Wisnu. Pada akhir pemerintahannya Airlangga membagi kerajaannya menjadi Jenggala (Singosari) dan Panjalu (Kediri). Namun, kerajaan yang bertahan adalah kerajaan Kediri. Airlangga wafat pada tahun 1049. Dengan demikian, berakhirlah Kerajaan Mataram Kuno.

Cara Memperbanyak Follower Blog



1. Sediakan Kotak Google Friend Connect di Blog Anda.

Nah, ini penting. Walaupun para bloggers dapat memfollow blog anda langsung dengan mengetikkan URL blog anda dari Dashboard, namun dari sisi praktis, akan lebih mempercepat blogger yang lain untuk memfollow blog anda dari kotak google friend connect saja.



2).Gabunglah Dengan Beberapa Grup Facebook berikut :











Dan ajaklah untuk saling follow men-follow
tapi ingat untuk mematuhi peraturan grup..

3).Rajin - Rajin Berkomentar Di Blog Tetangga

Dengan aktivitas ini, secara tidak langsung anda ikut berpartisipasi dalam mengoreksi atau sekedar memuji artikel hasil postingan blogger yang lain. Secara rutin pastinya berdampak pada saling tukar link, atau Review blog, dan ujung - ujungnya di follow deh blog kamu,saat berkomentar di blog orang lain anda gunakan Name/URL

4).Follow Blog saya...
lumayankan itung-itung dapet satu follower......
Jika anda sudah follow blog saya...komentar lalu tinggalkan link blog anda......( No live link )

Cara meningkatkan PageRank dan Traffic blog dengan cepat




Cara meningkatkan PageRank dan speed " traffic blog ", hanya diperuntukkan bagi anda yang menginginkan pageRank tinggi dan traffik blog yang sangat banyak secara instan. Cara meningkatkan page rank dengan cepat atau traffic blog speed adalah dengan cara penyebaran link menggunakan sistem Multi Level Marketing? heheh,,, kedengaran aneh tapi sow Manjur Lho.. ga percaya? buktikan aja Tips ini.." Cara Meningkatkan Traffik " atau bahasa lainnya Teknik SEO

kali ini saya mau mencoba mengajak anda semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk Backlink Gratis.
Cara Meningkatkan PageRank dan Traffic Blog dengan cepat ternyata cukup mudah. Yang perlu anda lakukan adalah meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel atau silahkan langsung COPAS (copy Paste) artikel ini. ( semuanya ) ke Blog Anda

1. Sejarah dunia
2. lintas.me
3. Software Gratis
4. Berita Gue
5. SEO Macan
6. Pakde SEO
7. Yahoo
8. Twitter
9. Facebook
10. Google

Cara Kerja, pertama-tama anda meletakkan link blog anda beserta anchor text seperti susunan diatas,( jangan sampe link blog hilang itu yg terpenting ) kemudian anda hapus nomer urut ke 10 dari daftar, sehingga semua peserta naik 1 level.Yang semula berada di nomor 1 jadi nomor 2, nomor 2 jadi 3, dst. contoh Game PC Gratis menjadi no. 2 dan no 1 menjadi blog anda. masukkan link blog anda di posisi nomer satu (1) atau paling atas sendiri.
Jika tiap peserta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah

Ketika posisi blog anda 1, jumlah backlink = 1
Posisi 2, jml backlink = 5
Posisi 3, jml backlink = 25
Posisi 4, jml backlink = 125
Posisi 5, jml backlink = 625
Posisi 6, jml backlink = 3,125
Posisi 7, jml backlink = 15,625
Posisi 8, jml backlink = 78,125
Posisi 9, jml backlink = 390,625
Posisi 10, jml backlink = 1,953,125
dst.

Jika anda memasang sampai posisi 10 saja, dan semuanya menggunakan kata kunci (anchor text) yang anda inginkan. Dari sisi SEO, anda sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efeknya sangat luar biasa, jika pengunjung web para downline anda mengklik link itu, otomatis blog anda akan mendapat tambahan traffic.

Nah, silahkan copy paste artikel Cara Cepat Meningkatkan Page Rank Dan Traffic Blog, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website anda di posisi 1. Ingat, anda harus mulai dari posisi 1 agar hasilnya maksimal.

Pasukan Elit Islam Terhebat

1). Pasukan Elit Mamluk









Mamluk ( Arabic: مملوك (singular), مماليك mamālīk (plural), "dimiliki"; juga diterjemahkan sebagai mamluq, mamluke, mameluk, mameluk, mamaluke atau marmeluke) adalah seorang prajurit yang berasal dari kaum budak yang telah masuk Islam. "Fenomena mamluk," sebagai mana David Ayalon menyebutnya, adalah per-politikan penting yang luar biasa besar dan berumur panjang, yang berlangsung dari abad ke 9 sampai abad ke-19 Masehi. Seiring berjalannya waktu, mamluk menjadi kasta militer yang kuat di berbagai masyarakat Muslim. Terutama di Mesir, tetapi juga di Levant, Irak, dan India, kaum mamluk memegang kekuasaan politik dan militer. Dalam beberapa kasus, mereka mendapat kedudukan sebagai sultan, sementara di kasus lain mereka memegang kekuasaan daerah sebagai Amir atau beys. Kasus yang paling menonjol, dimana golongan mamluk merebut kesultanan sendiri di Mesir dan Suriah dalam periode yang dikenal sebagai Kesultanan Mamluk (1250-1517). Kesultanan Mamluk terkenal karena memukul mundur bangsa Mongol dan bertempur dengan para Crusaders.

Mereka adalah keturunan dari berbagai variasi tetapi yang paling sering adalah Kipchak Turks*, tergantung pada periode dan wilayah yang bersangkutan. Sewaktu seorang mamluk dibeli, status mereka berada di atas budak biasa, yang tidak diizinkan untuk membawa senjata atau melakukan tugas tertentu. Di tempat-tempat seperti di Mesir, dari dinasti Ayyubiyah hingga ke era Muhammad Ali dari Mesir, mamluk dianggap sebagai "penguasa yang sesungguhnya" dengan status sosial di atas mereka yang terlahir sebagai se-orang Muslim.


Ikhtisar
Kisah perbudakan militer di masyarakat Islam dimulai dengan para khalifah Abbasiyah abad 9 di Baghdad. Kaum mamluk yang paling awal dikenal sebagai ghilman (istilah lain dari budak) dan dibeli oleh para khalifah awal Abbasiyah . Pada pertengahan abad ke-9, budak-budak tersebut telah menjadi unsur dominan didalam militer. Konflik antara ghilman dan penduduk Baghdad mendorong khalifah al-Mu'tashim untuk memindahkan ibukota ke kota Samarra, namun hal ini tetap tidak berhasil menenangkan ketegangan yang terjadi; khalifah al-Mutawakkil dibunuh oleh beberapa slave-soldiers ini di tahun 861. Bani Abbasiyah membeli slave-soldiers terutama dari daerah dekat Caucasus (terutama Circassian dan Georgian), dan dari daerah utara Laut Hitam ( etnies Kipchak dan etnies Turki lainnya). Mereka yang ditangkap memiliki latar belakang non-Muslim.

Pengguna'an tentara mamluk memberikan penguasa'an pasukan dimana tentara tersebut ( mamluk ) tidak memiliki link ke setiap struktur kekuasaan yang didirikan. Prajurit local yang non-mamluk seringkali lebih setia kepada syekh suku mereka, keluarga mereka, atau Bangsawan daripada kepada sultan atau kepada khalifah. Jika seorang komandan berkomplot melawan penguasa, hal itu sering kali tidak memungkin-kan untuk be-konspirasi, tanpa menimbulkan keresahan di kalangan bangsawan. Pasukan Budak mamluk adalah orang asing dari status terendah yang tidak akan bisa berkomplot melawan penguasa dan yang dengan mudah bisa dihukum jika mereka menimbulkan masalah, sehingga menjadi aset militer yang besar.

Setelah keterpecahan the Abbasid Empire, para budak militer, yang dikenal sebagai mamluk atau ghilman, menjadi Basis of military power di seluruh dunia Islam. Kaum Fatimiyah Mesir membeli etnies Armenia, Turki dan budak Sudan, yang membentuk sebagian besar militeris mereka dan seringkali administration mereka . The powerful vizier Badr al-Jamali, misalnya, adalah seorang mamluk asal Armenia. Di Iran dan Irak, kaum Buyids menggunakan budak Turki di seluruh kekaisaran, seperti pembangkang al-Basasiri yang pada akhirnya mengantarkan penguasa Saljuq di Baghdad setelah percoba'an pemberontakan yang gagal. Ketika Bani Abbasiyah kemudian kembali meng-kontrol militer atas Irak, mereka juga bergantung pada budak militer mereka yang disebut ghilman.

Di bawah Saladin dan the Ayyubids of Egypt, kekuatan mamluk meningkat sampai mereka mengklaim kesultanan di 1250, memerintah sebagai Kesultanan Mamluk. Para budak Militer terus dipekerjakan di seluruh dunia Islam sampai abad ke-19, ketika rezim modern mulai mendominasi. Devşirme Kekaisaran Ottoman's , atau "mengumpulkan" para budak muda untuk Janissary corps, berlangsung hingga abad ke-17, sementara basis rezim mamluk tumbuh di provinsi Ottoman seperti Irak dan Mesir hingga abad ke-19.

Di bawah Mamluk Sultane of Cairo, para mamlukers dibeli saat mereka masih muda dan dibesarkan di dalam barak-barak di Citadel of Cairo. Karena status particular mereka (tidak ada ikatan sosial atau Afiliasi politik) dan pelatihan keras militer , mereka sering kali dipercaya. Pelatihan mereka terdiri dari pendidikan agama dan militer yang ketat untuk membantu mereka menjadi "good Muslim horsemen and fighters". Ketika training mereka telah selesai mereka pun dipulangkan, namun masih tetap terikat pada patron yang telah membeli mereka. Mamluk mengandalkan bantuan dari patron mereka untuk kemajuan karir dan juga reputasi patron dan power yang bergantung pada perekrutan-nya . Seorang mamluk juga "terikat oleh sebuah esprit de corps yang kuat kepada rekan-rekannya dalam household yang sama."

Mamlukers bangga akan asal mereka sebagai budak dan mereka yang dibeli hanya sesudah memenuhi syarat untuk mencapai posisi tertinggi. Hak istimewa yang berkaitan dengan menjadi seorang mamluk sangat lah didambakan, sehingga banyak dari orang bebas Mesir yang mengatur diri mereka untuk dijual dalam rangka untuk mendapatkan akses ke masyarakat yang istimewa. Mamluk berbicara dalam bahasa Arab dan membudayakan identitas mereka dengan mempertahankan nama Mesir. Namun meskipun ber-asal usul yang rendah dan eksklusifitas sikap, mamluk dihormati oleh masyarakat Arab mereka. Mereka mendapat penghargaan dan prestise sebagai "Penjaga sejati Islam dengan memukul mundur baik Tentara Salib dan Mongol". Banyak orang memandang mereka sebagai berkat dari Tuhan untuk umat Islam.

Setelah para mamluk meng-converted ke Islam, banyak dari mereka yang di-training sebagai cavalry soldiers. Mamluk harus mengikuti dictates of furusiyya*, suatu code yang mencakup nilai-nilai seperti keberanian, dan kemurahan hati, dan juga taktik kavaleri, menunggang kuda, memanah dan perawatan luka, dll

Mamluk tinggal di dalam garnisun mereka dan terutama untuk menghabiskan waktu mereka satu sama lain. Hiburan mereka termasuk acara olahraga seperti lomba memanah dan presentations of mounted combat skills setidaknya seminggu sekali . Pelatihan yang intensif dan ketat setiap kali merekrut anggota baru membantu menjamin kelangsungan hidup praktek mamluk.

Sementara mereka tidak lagi benar-benar sebagi budak setelah pelatihan, mereka masih tetap wajib untuk melayani Sultan. Sultan membuat mereka sebagai kekuatan asing, di bawah perintahnya langsung, untuk digunakan dalam hal menangani friksi-friksi suku setempat. Sultan juga bisa mengirim mereka sampai ke daerah-daerah muslim di Iberia.

Sultan memiliki para mamluk dengan jumlah terbesar, tapi amir yang lebih rendah dapat memiliki pasukan pribadi sendiri juga. Banyak para mamluk yang meningkat ke posisi tinggi di seluruh kekaisaran, termasuk dalam komando ketentara'an. Pada awalnya status mereka tetaplah tidak-diwariskan dan seoarng anak lelaki secara ketat dicegah untuk mengikuti ayah mereka (mewarisi apa yang dimiliki ayahnya, terutama kedudukan di dalam pemerintahan) . Akan tetapi, seiring dengan berjalan nya waktu, di tempat-tempat seperti Mesir, pasukan mamluk menjadi terkait dengan struktur kekuasaan yang ada dan mendapatkan pengaruh dalam jumlah yang signifikan terhadap kekuasa'an. Suatu evolusi yang sama terjadi dalam Ottoman Empire dengan para Janissary-nya








2). Pasukan Elit Janissary










Janisari (berasal dari bahasa Turki Utsmaniyah: ينيچرى (Yeniçeri) yang berarti "pasukan baru") adalah pasukan infanteri yang dibentuk oleh Sultan Murad I dari Kekalifahan Bani Seljuk pada abad ke-14. Pasukan ini berasal dari bangsa-bangsa Eropa Timur yang wilayahnya berhasil dikuasai oleh Turki. Utsmani Tentara ini dibentuk tak lama setelah Kekaisaran Byzantium kalah oleh Turki Utsmani. Alasan utama pembentukan laskar Janisari adalah karena tentara Turki Utsmani yang ada tidak memadai, terutama karena terdiri dari suku-suku yang kesetiaanya diragukan. Janisari awalnya adalah para tahanan perang (terutama yang asalnya dari Eropa Timur - Balkan) yang diampuni tetapi dengan syarat harus membela Kekaisaran Turki Utsmani.

Sejalan dengan waktu, untuk memastikan kesetiaan kesatuan ini, selanjutnya Sultan punya ide untuk merekrut pasukan Janisari ini dari budak yang masih bocah, sehingga mereka bisa diajari (didoktrin) untuk membela dan mengawal Sultan. Pada masa itu, pasukan Janisari ini adalah pasukan terkuat di dunia. Konon pasukan ini adalah pasukan yg pertama sekali memakai senapan.(yang kemudian ditiru oleh orang Eropa). Saat itu Turki memiliki persediaan mesiu yang cukup banyak (dimana pada saat itu di daerah lain masih langka). Pasukan ini adalah pasukan kedua setelah Mongol yang berhasil menjajah Eropa.

Janisari adalah brigade terpisah dari pasukan reguler Turki yang bertugas mengawal Sultan Dinasti Utsmani (Ottoman Empire). Sedangkan Bani Seljuk adalah Dinasti sebelum Utsmani. Utsman diambil dari pemimpin kabilah Osmani yg mempunyai kekuatan yang besar sewaktu Bani Seljuk masih berkuasa. Waktu Seljuk pecah, kabilah yang dipimpin Osmani menyatukannya kembali dibawah bendera baru. Kekuasaan Turki Utsmani mencapai seluruh wilayah di Balkan dan Eropa Tenggara. Kota Wina dua kali diserang oleh kakuatan Turki Utsmani, tetapi karena seluruh kerajaan di Eropa bersatu untuk membendung dengan kekuatan penuh dan logistik yang memadai, ambisi Turki Utsmani untuk menguasai seluruh Eropa tidak berhasil.

Pakaian khas Janisari adalah sejenis long musket. Ciri khasnya adalah topinya yang memakai tutup kain dari depan ke belakang leher, menyerupai sorban.

Kisah terkenal mengenai kehebatan pasukan ini adalah ketika Byzantine kalah total saat Constantinopel ditaklukan oleh Turki Utsmani yang dipimpin oleh Sultan Mahmud Al-Fatih, beliau anak dari Sultan Murad II. Saat itu Janisari adalah pasukan yang berperan penting dalam pertempuran tersebut. Yang menarik, pada zaman Sultan Mahmud, Pasukan Janisari termasuk yang ikut bertempur melawan Dracula si Penyula dari Wallachia dekat Transevalnia yang haus darah. Dracula (Vlad Teppes) sempat dikalahkan adiknya sendiri yaitu Radu yang saat itu menjadi pemimpin Janisari untuk menaklukan Dracula. (Dracula artinya anak Dracul atau anak naga karena bapaknya adalah Vlad Dracul yang menjadi anggota Ordo Naga).

Jannisary sendiri dibagi manjadi dua kesatuan, yaitu: infantri dan kavaleri.Selain Janisari, Turki Utsmaniyah juga masih mempunyai kesatuan elite lainnya, yaitu: Tentara Ghulam, Cavalary Sipahi, dan tentunya pasukan Onta.

Selama beberapa abad Janisari bertahan sebagai pasukan elit pengawal Sultan. Karena statusnya itu Janisari, baik secara jumlah dan status berkembang semakin besar. Sekitar abad 19 Janisari dibubarkan oleh Sultan Mahmud II pada tahun 1826 karena terjadinya insiden Auspicious, dimana laskar Janisari mencoba melakukan kudeta terhadap kekaisaran Turki Ottoman.






3). Sipahi~Cavalry Islam









Tentara Islam dikenal memiliki pasukan berkuda yang sangat hebat. Di era kejayaan Islam, kekuatan para prajurit Islam benar-benar tertumpu pada keahlian berkuda dan memanah. Sejarah peradaban Islam mencatat, kehebatan pasukan berkuda Islam telah menjadi kunci kemenangan dalam berbagai pertempuran penting.


Pasukan berkuda biasa disebut kavaleri, yang berasal dari bahasa Latin caballus dan bahasa
Prancis chevalier yang berarti “pasukan berkuda”. Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam karyanya bertajuk Islamic Technology: An Illustrated History, mengungkapkan, sebelum Islam berkembang, peradaban lain, seperti Bizantium telah memiliki pasukan kavaleri yang tangguh.
Menurut al-Hassan, pada abad pertama Hijriah (ke-7 M) kavaleri telah menjadi kekuatan utama militer Bizantium. Pasukan kavaleri yang tangguh juga telah dimiliki bangsa Persia, jauh sebelum Islam berkembang. Ksatria berkuda Iran, Asawira , tutur al-Hassan, merupakan pasukan yang mampu menurunkan kekuatan kavaleri yang lebih besar ke medan perang daripada bangsa Arab.
“Karena pada masa awal perkembangan Islam, jumlah pasukan berkuda dalam ketentaraan masih sedikit, khususnya sebelum penaklukan Makkah,” papar al-Hassan dan Hill. Tioe medan yang datar dan terbuka, ungkap al-Hassan, sangat cocok untuk kavaleri. Namun, bangsa-bangsa Arab, menghindari medan perang seperti itu.
Menurut al-Hassan, militer Islam mulai membentuk pasukan berkuda atau kavaleri pada zaman Khilafah Rasyidah. Adalah Khalifah Umar bin Khattab (berkuasa pada tahun 31-41 H) yang berupaya untuk mengumpulkan kuda bagi tujuan milter dari berbagai daerah. “Hasilnya, terdapat sekitar 4.000 ekor kuda di Kufah. Setelah itu, sedikit demi sedikit strategi kemiliteran Islam berubah, ” ungkap al-Hassan.
Pada awalnya, pasukan kavaleri Islam tak terlalu dominan. Berbekal tombak dan pedang, pasukan tentara berkuda Islam memaikan peranan penting untuk menyerang panggul dan pantat musuh. Perlahan namun pasti, kekuatan kavaleri yang dimiliki militer Muslim semakin bertambah besar dan kuat. Pasukan kavaleri tercatat menjadi kunci kemenangan tentara Islam dalam perang Yarmuk.
Pertempuran Yarmuk merupakan perang antara tentara Muslim dengan Kekaisaran Romawi Timur pada 636 M. Sejumlah sejarawan menyatakan, Perang Yarmuk sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Kristen.
Pertempuran ini merupakan salah satu kemenangan Khalid bin Walid yang paling gemilang, dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu komandan militer dan kavaleri paling brilian di zaman Pertengahan. Pertempuran ini terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, khilafah Rasyidah kedua. Pertempuran ini terjadi empat tahun setelah Nabi Muhammad meninggal pada 632.
Ketika ‘Amr bin Al-’Ash menaklukan Mesir pada tahun 37-39 H/ 658-660 M, komposisi kekuatannya militer Islam telah berubah dari infanteri menjadi pasukan berkuda. Kehebatan pasukan kavaleri Muslim, sekali lagi terbukti dalam Pertempuran Sungai Talas pada 751 M antara Kekhalifahan Rasyidah dengan Dinasti Tang dari Cina. Bermodalkan pasukan kavalery yang tangguh tentara Muslim berhasil meraih kemenangan.
Kemenangan itu membuat Islam menguasai wilayah Asia Tengah dan mulai menyebar luas di negeri Tirai Bambu itu. Pasukan kavaleri Islam juga kerap mendapat bantuan dri pasukan lain, misalnya ketika pasukan berkuda Iran, Asawira bergabung dengan pasukan Islam dalam penaklukan Khuzistan di bawah pimpinan Abu Musa pada tahun 17-21 H/638-642 M.
“Ini hanya salah satu contoh dramatik penyatuan pasukan non-Arab ke dalam angkatan bersenjata Muslim,” kata Al-Hassan dan Hill. Kala itu, pasukan Islam juga merekrut orang-orang Khurasan, Barbar dan Turki. Mereka tetap membawa gaya bertempur dan berkuda khas masing-masing. Sehingga tak bisa dipaparkan satu gaya khas kavaleri dalam satu pertempuran.
Kekuatan pasukan kavaleri Islam kian bertambah kuat pada era kekuasaan Dinasti Mamluk pada abad ke-6 H dan ke-7 H (ke-12 M dan ke-13 M), periode kritis dalam sejarah Islam. Mamluk atau Mameluk berarti tentara budak yang telah memeluk Islam. Mereka berdinas untuk kekhalifahan Islam dan Kesultanan Ayyubiyah pada abad pertengahan.
Mereka akhirnya menjadi tentara yang paling berkuasa dan juga pernah mendirikan Kesultanan Mamluk di Mesir. Pasukan Mamluk pertama dikerahkan pada zaman Abbasiyyah pada abad ke-9 M. Kala itu, Bani Abbasiyyah merekrut tentara-tentara ini dari kawasan Kaukasus dan Laut Hitam dan mereka ini pada mulanya bukanlah orang Islam.
Menurut al-Hassan, setelah memeluk Islam, seorang Mamluk akan dilatih berkuda. Mereka harus mematuhi Furisiyyah, sebuah aturan perilaku yang memasukkan nilai-nilai seperti keberanian dan kemurahan hati dan juga doktrin mengenai taktik perang berkuda, kemahiran menunggang kuda, kemahiran memanah dan juga kemahiran merawat luka dan cedera.
Saat itu, pasukan berkuda tersebut juga dilatih menggunakan sejumlah senjata. Senjata pasukan berkuda (faris) Mamluk terdiri dari pedang, tombak, panah, perisai dan tongkat kebesaran. Tongkat kebesaran terbuat dari besi atau baja dengan ujungnya berbentuk kubus, diletakkan di bawah sanggurdi, sementara tombak di pegang dengan satu atau kedua tangan, bukan “diluncurkan” atau direndahkan untuk menyerang seperti halnya di barat, tetapi digunakan untuk berkelahi di atas kuda,” jelas Al-Hassan dan Hill.
Faris Mamluk ini melakukan latihan di Tiqab (tunggal:tabaqqa), yakni nama yang diberikan untuk barak-barak di benteng Kairo yang dijadikan akademi militer. Pelatihan ini dimulai ketika pasukan Mamluk mencapai Puncak kejayaannya. Latihan dilakukan secara komprehensif dan dengan disiplin yang ketat. Bahkan, kala itu mereka tak takut mengeluarkan biaya pendidikan kemahiran berkuda hingga seorang prajurit mampu untuk menunggang kuda tanpa pelana maupun dengan pelana, lari meligas, mengderap dan mencongklang, mendatar ataupun melompat. “Dia (faris-red) juga harus mengetahui cara merawat kuda ketika sakit,” kata Al-Hssan dan Hill.
Selain itu, pasukan berkuda yang mengikuti latihan berkuda, harus bisa menggunakan kuda sambil memanah dan menggunakan tombak. Saat itu, seorang faris harus mampu menyerang target dari berbagai sudut dan pada kecepatan berbeda-beda menggunakan kedua senjata itu. Pasukan Mamluk juga sangat terlatih untuk menggunakan pedang dengan cara yang sama. Metode-metode ini teruji keberhasilannya dengan kemenangan Mamluk atas pasukan Perang Salib dan mongol.
Kehebatan pasukan berkuda Islam juga terlihat saat pasukan Turki Usmani di bawah pimpinan Sultan Muhammad al-Fath merebut Konstatinopel pada abad 14 M. Mereka sebelumnya harus berenang mengarungi Selat Bospurus (karena laju kapal dihadang oleh armada Romawi Byzantium di sepanjang pantai), setelah itu naik kuda untuk mengobrak-abrik pasukan musuh dengan serangan panah bertubi-tubi.Begitulah, kisah kejayaan pasukan berkuda tentara Muslim.




Berkuda dalam Islam
Dalam salah satu hadis riwayat Imam Bukhari RA, Nabi Muhammad SAW, menganjurkan para sahabatnya termasuk seluruh umat Islam yang mengikuti sunnahnya, agar mampu menguasai bidang-bidang olah raga, terutama berkuda, berenang, dan memanah. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam menguasai olahraga berkuda, memanah, dan berenang, karena terinspirasi peperangan Romawi-Persia, yang notabene hanya mengandalkan kekuatan otot perorangan belaka.
Saat itu, Nabi Muhammad SAW berpikir lebih maju, ia berfikir bahwa peperangan Romawi-Persia kurang diimbangi kecerdasan otak yang membentuk kerja sama tim. Ketiga olahraga yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW ini mengandung aspek kesehatan, keterampilan, kecermatan, sportivitas, dan kompetisi. Olahraga ini memerlukan kekuatan fisik dan intelektualitas yang tinggi.
Dalam Alquran surat Al-Aadiyaat ayat 1-4 juga tercantum kisah tentang ‘heroisme’ kuda-kuda yang berlari kencang dalam kecamuk peperangan. “Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah. Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya). Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi. Maka, ia menerbangkan debu dan menyerbu ke tengah kumpulan musuh.”
Pada zaman Nabi Muhammad SAW terjadi sejumlah perang besar melawan kaum musyrikin dan kafirin. Saat itu, terjadi adu kepandaian berkelahi orang per orang, baik menggunakan tangan kosong, maupun menggunakan senjata seperti pedang atau tombak. Misalnya Perang Badar dalam bahasa Arab disebut ghazawat badr yang merupakan pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadhan 2 Hijriyah.
Pasukan kecil kaum Muslim yang hanya berkekuatan sebanyak 313 orang ini, bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Mereka berhasil mengalahkan para musyrikin Quraisy. Kemenangan kaum Muslimin dalam perang Badar ini tercantum dalam Alquran, surat Al Anfal ayat 1-10.
Setelah perang Badar, kekuatan militer umat Islam mulai terorganisasi. Ada pasukan berkuda (kavaleri) dan pasukan pemanah (artileri), serta pasukan darat (infanteri). Kala itu, kondisi fisik mereka harus benar-benar terjaga, walaupun dalam keadaan aman mereka menjalankan profesi lain, seperti berdagang, mengajar, bertukang, dan sebagainya. Tapi ketika ada mobilisasi untuk menghadapi serangan atau harus menyerang, fisik dan mental mereka sangat siap.
Pasukan Islam mengalami prestasi gemilang dalam berperang sambil menjalankan ibadah puasa, selain perang Badar, adalah “Futuh Mekah”. Penaklukan Kota Mekah pada tahun 8 Hijriyah sekitar tahun 630 M. Umat Islam yang sedang berpuasa saat itu, dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad saw, berhasil merebut Kota Mekah dari kekuasaan kafir Quraisy. Berkat kemenangan itulah, umat Islam yang dulu harus hijrah ke Madinah selama delapan tahun, dapat kembali ke tanah kelahirannya dengan penuh kebanggaan dan kegembiraan.
 
 
Copyright © 2013-Kiamat. Lukman Niam22 Blogz - All Rights Reserved
Design by Luhur Muhammad Fatah | Powered By Blogger.com